Ada beberapa teman yang pernah bertanya kepada Saya, "Sekarang kayaknya kamu lebih bahagia dan tampil percaya diri deh setelah bercerai dari si L, apa sih rahasinya ?". Saya hanya tersenyum kepada mereka dan berkata bahwa apa yang saya capai hari ini merupakan hasil kerja keras dan upaya saya untuk bangkit dari keterpurukan yang saya alami akibat perceraian dan itu semua membutuhkan proses yang panjang dan sangat melelahkan.
Jika teman-teman meihat seorang Single Mother bisa tampil lebih cantik, menarik , percaya diri setelah berpisah dari suaminya itu dikarenakan mereka telah berhasil melewati masa-masa kritis di dalam kehidupannya. Mereka sudah berjuang dengan sepenuh tenaga untuk bisa bangkit dari keterpurukan akibat perpisahan yang mereka alami apapun itu penyebabnya.
Nyinyiran, kritikan bahkan cemoohan mengenai perubahan yang terjadi pada dirinya ini sering juga sampai ke telinga para Single Mom ada yang menanggapinya dengan serius dan dipikirkan berhari-hari dan ada juga yang mengambil sikap untuk tidak memperdulikannya.
Saya mungkin salah satu dari Single Mom yang tidak terlalu ambil pusing dengan nyinyiran orang lain, karena saya merasakan sendiri bagaimana sulitnya untuk bangkit dari trauma akibat perceraian dan membutuhkan waktu dan proses yang panjang serta berliku untuk bangkit dari keterpurukan itu.
Saya bisa mengerti mengapa orang sering berpandangan negatif terhadap perubahan yang terjadi pada diri saya, karena mereka tidak mengatahu perjalanan hidup yang sudah saya lewati, mereka tidak tahu apa-apa tentang diri saya . Meraka hanya melihat saya secara sepintas tampa memahami diri saya secara utuh itulah makanya mereka membuat penilaian berdasarkan apa yang mereka lihat bukan berdasarkan apa yang mereka ketahui.
Banyak orang memberikan penilaian kepada orang lain tanpa tahu duduk persoalan yang sebenarnya. Mereka memberikan penilaian seakan-akan mereka paham dengan kondisi yang sebenarnya, padahal mereka hanya melihat itupun sepintas tetapi mereka sudah membuat asumsi sendiri berdasarkan imajinasi masing-masing.
Nyinyiran, kritikan bahkan cemoohan mengenai perubahan yang terjadi pada dirinya ini sering juga sampai ke telinga para Single Mom ada yang menanggapinya dengan serius dan dipikirkan berhari-hari dan ada juga yang mengambil sikap untuk tidak memperdulikannya.
Saya mungkin salah satu dari Single Mom yang tidak terlalu ambil pusing dengan nyinyiran orang lain, karena saya merasakan sendiri bagaimana sulitnya untuk bangkit dari trauma akibat perceraian dan membutuhkan waktu dan proses yang panjang serta berliku untuk bangkit dari keterpurukan itu.
Saya bisa mengerti mengapa orang sering berpandangan negatif terhadap perubahan yang terjadi pada diri saya, karena mereka tidak mengatahu perjalanan hidup yang sudah saya lewati, mereka tidak tahu apa-apa tentang diri saya . Meraka hanya melihat saya secara sepintas tampa memahami diri saya secara utuh itulah makanya mereka membuat penilaian berdasarkan apa yang mereka lihat bukan berdasarkan apa yang mereka ketahui.
Banyak orang memberikan penilaian kepada orang lain tanpa tahu duduk persoalan yang sebenarnya. Mereka memberikan penilaian seakan-akan mereka paham dengan kondisi yang sebenarnya, padahal mereka hanya melihat itupun sepintas tetapi mereka sudah membuat asumsi sendiri berdasarkan imajinasi masing-masing.
Jadi untuk para Single Mom dimanapun berada, jangan pernah berhenti untuk berjuang karena hidup ini begitu berharga. Perceraian bukanlah akhir dari kehidupan tetapi merupakan awal kehidupan baru yang jauh lebih baik apapun penyebab dari perceraian itu .
Kita berhak untuk bahagia, kita berhak untuk membuka lembaran baru dalam kehidupan kita. Perjalanan ini masih panjang, tanggungjawab kita sangat besar untuk membesarkan anak-anak kita dengan penuh cinta dan kasih sayang tanpa mereka merasa kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Terlepas dari hak asuh anak jatuh kepada Ibu atau Ayahnya yang harus diperhatikan adalah kesehatan mental anak-anak dalam menerima perpisahan ini.
Sebelum terjadinya perceraian pastilah ada proses mediasi dan upaya untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga yang ada, namun jika sampat ahir tidak ditemukan solusinya maka perceraian merupakan alternatif atau pilihan terakhir dalam menyelesaikan konflik keluarga yang tidak ada penyelesainnya.
Jika mantan suami bisa diajak berdiskusi tentang permasalah anak-anak kedepannya ini merupakan hal yang positif. Tetapi bagaimana jika mantan Suami yang mengambil sikap tidak perduli dan melimpahkan seluruh tanggungjawab kepada mantan Istrinya baik itu hak asuh maupun kebutuhan finasial si anak ?. Kondisi inilah yang banyak dihadapi oleh oleh para Single Mom terutama di Indonesia .
Realita yang ada banyak Single Mom yang tidak memiliki pekerjaan saat mereka berpisah dengan mantan Suaminya. Tetapi karena mantan Suaminya tidak menunaikan kewajibannya financial dan moral sebagai seorang Ayah , maka si Ibu harus mengambil alih peran si Ayah di dalam keluarga dalam mencari nafkah.
Masa awal setelah perceraian terjadi, merupakan masa-masa kritis bagi seorang Single Mom. Karena pada fase ini Single Mom berusaha untuk bangkit dari keterpurukan akibat perceraian yang terjadi. Fase ini tidaklah mudah karena selain dia harus berusaha mengobati luka hatinya dia juga harus bisa menenangkan anak-anaknya yang kehilangan salah satu orang tuanya. Di sini peran keluarga sangat penting untuk membantu proses pemulihan mental si Ibu dan anak-anak.
Peran Keluarga terdekat sangat penting bagi Single Mom dalam masa perubahan seperti ini, mereka bisa membantu Single Mom dengan memberikan dukungan moral serta kehangatan keluarga kepada Single Mom dan anak-anaknya sehingga Single Mom tidak merasa sendirian dalam melewati masa kritisnya. Teman-teman terdekat pun bisa memberikan dukungan kepada Single Mom dengan memberikan semangat atau sekedar rekreasi ketempat-tempat yang menyenangkan sehingga Single Mom bisa menenangkan pikirannya dan kembali ceria seperti dulu lagi.
Jadi kesimpulannya adalah bahwa Seorang Single Mom bisa tampil percaya diri, cantik dan memesona karena mereka telah mengalami masa-masa tersulit dalam hidupnya. Mereka bisa tampil seperti itu karena mereka telah berhasil membangun kembali kehidupannya dan mengalahkan rasa takutnya . Apa yang mereka lakukan seharusnya mendapatkan apresiasi yang positif bukan nyinyiran atau pandangan negatif. Karena Seorang Single Mom juga wanita yang berhak untuk merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.
Kita berhak untuk bahagia, kita berhak untuk membuka lembaran baru dalam kehidupan kita. Perjalanan ini masih panjang, tanggungjawab kita sangat besar untuk membesarkan anak-anak kita dengan penuh cinta dan kasih sayang tanpa mereka merasa kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Terlepas dari hak asuh anak jatuh kepada Ibu atau Ayahnya yang harus diperhatikan adalah kesehatan mental anak-anak dalam menerima perpisahan ini.
Sebelum terjadinya perceraian pastilah ada proses mediasi dan upaya untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga yang ada, namun jika sampat ahir tidak ditemukan solusinya maka perceraian merupakan alternatif atau pilihan terakhir dalam menyelesaikan konflik keluarga yang tidak ada penyelesainnya.
Jika mantan suami bisa diajak berdiskusi tentang permasalah anak-anak kedepannya ini merupakan hal yang positif. Tetapi bagaimana jika mantan Suami yang mengambil sikap tidak perduli dan melimpahkan seluruh tanggungjawab kepada mantan Istrinya baik itu hak asuh maupun kebutuhan finasial si anak ?. Kondisi inilah yang banyak dihadapi oleh oleh para Single Mom terutama di Indonesia .
Realita yang ada banyak Single Mom yang tidak memiliki pekerjaan saat mereka berpisah dengan mantan Suaminya. Tetapi karena mantan Suaminya tidak menunaikan kewajibannya financial dan moral sebagai seorang Ayah , maka si Ibu harus mengambil alih peran si Ayah di dalam keluarga dalam mencari nafkah.
Masa awal setelah perceraian terjadi, merupakan masa-masa kritis bagi seorang Single Mom. Karena pada fase ini Single Mom berusaha untuk bangkit dari keterpurukan akibat perceraian yang terjadi. Fase ini tidaklah mudah karena selain dia harus berusaha mengobati luka hatinya dia juga harus bisa menenangkan anak-anaknya yang kehilangan salah satu orang tuanya. Di sini peran keluarga sangat penting untuk membantu proses pemulihan mental si Ibu dan anak-anak.
Peran Keluarga terdekat sangat penting bagi Single Mom dalam masa perubahan seperti ini, mereka bisa membantu Single Mom dengan memberikan dukungan moral serta kehangatan keluarga kepada Single Mom dan anak-anaknya sehingga Single Mom tidak merasa sendirian dalam melewati masa kritisnya. Teman-teman terdekat pun bisa memberikan dukungan kepada Single Mom dengan memberikan semangat atau sekedar rekreasi ketempat-tempat yang menyenangkan sehingga Single Mom bisa menenangkan pikirannya dan kembali ceria seperti dulu lagi.
Jadi kesimpulannya adalah bahwa Seorang Single Mom bisa tampil percaya diri, cantik dan memesona karena mereka telah mengalami masa-masa tersulit dalam hidupnya. Mereka bisa tampil seperti itu karena mereka telah berhasil membangun kembali kehidupannya dan mengalahkan rasa takutnya . Apa yang mereka lakukan seharusnya mendapatkan apresiasi yang positif bukan nyinyiran atau pandangan negatif. Karena Seorang Single Mom juga wanita yang berhak untuk merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.

No comments:
Post a Comment