Friday, April 3, 2020

Aku Jatuh Cinta Dengan Dunia Sastra



Aku jatuh cinta dengan dunia Sastra terutama Puisi sejak masih duduk di Bangku Taman Kanak-kanak. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan jatuh cinta dengan dunia itu, tapi bagiku dunia Sastra merupakan dunia yang menarik dan berbeda. 

Aku mengenal Dunia Sastra dari Almarhum Papa. Karena saat kami masih kecil aku dan adiku selalu diajak menyaksikan pertunjukan teater atau pembacaan puisi di Taman Ismail Marzuki yang berlokasi di Cikini , Jakarta Pusat.

Aku sudah lupa pertunjukan apa saja yang pernah aku lihat bersama Papa dan adikku di sana, tetapi bagiku menyaksikan mereka berakting merupakan suatu hal yang luar biasa. Apa yang kulihat dan dengar secara langsung membuat kesan yang mendalam bagiku sehingga aku jadi suka baca puisi di  Taman Kanak-kanak dan sering ditunjuk untuk mengikuti perlombaan membaca puisi antar TK.

Namun sayangnya sejak kecil rasa percaya diriku sangat minim sekali, sehingga setiap aku melihat ada hal yang membuatku merasa tidak nyaman untuk tampil dimuka umum , tubuhku bergetar dan konsentrasiku pun buyar sehingga aku tidak ingat apa yang sudah aku pelajari sebelumnya. Dan sifat burukku ini terus bertahan hingga aku duduk di Bangku Kuliah.

Kembali ke topik awal....
Walaupun aku sering kali menyaksikan sandiwara di televisi atau mendengar sandiwara radio tetapi menonton secara langsung pertunjukan teater atau pembacaan puisi merupakan hal yang jauh berbeda, karena aura dari pertunjukan itu bisa kita rasakan secara langsung.

Melihat para artis dan aktor berakting secara langsung , melihat ekspresi wajah mereka secara dekat, mendengar suara aktis dan aktor yang lantang dalam menyampaikan dialog-dialognya dan melihat gerak tubuh mereka yang natural memberikan sensasi rasa yang berbeda . Kita seperti terhipnotis dengan pertunjukan itu dan merasa berada didalamnya.

Demikian halnya dengan pertunjukan pembacaan Puisi, bagiku setiap bait dalam sebuah puisi itu sangat indah serta mempunyai makna yang dalam dan setiap puisi seperti memiliki nyawa karena saat kita membacakan puisi itu kita bisa merasakan apa yang ingin disampaikan oleh sang pujangga. 

Karena kecintaanku dengan puisi membuatku senang membaca buku-buku puisi karya penyair kenamaan di Indonesia dan kadang kala aku sering membuat puisi-puisi pendek dan menulisnya di dalam buku catatan kecilku.

Namun walaupun aku mencintai puisi tetapi tak banyak ilmu yang ku miliki tentang puisi itu sendiri contonya berdasarkan isi dan bahasan puisi, maka puisi dapat dibedakan menjadi 7 jenis, yaitu antara lain :
  1. Balada
  2. Hymne
  3. Ode
  4. Epigram
  5. Elegi
  6. Romansa
  7. Satire

Untuk pembahasan lebih lanjut bisa dilihat di website ini ya teman-teman : https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-puisi-baru .
Jadi selama ini aku hanya tahu membaca puisi tetapi aku belum memahami bahwa puisi yang ku buat ini termasuk dalam jenis puisi apa. Walaupun di bangku sekolah mungkin pernah diberikan ilmunya pada saat mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ternyata masih banyak ilmu yang harus kita pelajari teman-teman karena rasa cinta kita kepada suatu bidang akan lebih lengkap lagi jika kita menguasai bidang yang kita senangi itu. Apapun itu bidangnya tekuni dan pelajari karena kita tidak akan pernah tahu dari rasa cinta kita pada suatu bidang bisa membuat kita sukses di bidang yang kita senangi itu.



Pantaskah Status Janda dijadikan Sebagai Bahan Lucu-lucuan ?

Saya tidak tahu sejak kapan Status "Janda" sering dipergunakan sebagai bahan banyolan atau lucu-lucuan, tetapi seingat saya s...